TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

GAYA BELAJAR ( LEARNING STYLE )

MENURUT HONEY DAN MUMFORD DALAM TEORI HUMANISTIK

 

 1.  Pendahuluan

Para Ahli teori humanistik menunjukkan bahwa (1) tingkah laku individu pada mulanya ditentukan oleh bagaimana mereka merasakan dirinya sendiri dan dunia sekitarnya. Dan (2) individu bukanlah satu-satunya hasil dari lingkungan melainkan langsung dari dalam ( internal) , bebas memilih, dimotivasi oleh keinginan untuk aktualisasi diri atau untuk memenuhi keunikan mereka sebagai manusia.

Ada beberapa Tujuan pendidikan humanistik dalam (Djiwandono, 2002)  yaitu : 1. Menerima kebutuhan-kebutuhan dan tujuan siswa serta menciptakan pengalaman dan program untuk perkembangan keunikan potensi siswa (2) Memudahkan aktualisasi diri siswa dan perasaan diri mampu. ( 3) Memperkuat Perolehan ketrampilan dasar. (4) memutuskan pendidikan secara pribadi dan penerapannya (5) Mengenal  pentingnya perasaan manusia, nilai. Dan persepsi dalam proses pendidikan. (6) Mengembangkan suasana belajar yang menantang dan bisa dimengerti, mendukung, menyenangkan serta bebas dari ancaman dan (7) Mengembangkan siswa mengenai ketulusan, respek dan menghargai orang lain dan terampil dalam menyelesaikan konflik

Bila dilihat dari tujuan pendidikan humanistik dapat disimpulkan bahwa teori humanistik yaitu Siswa sanggup mencapai  perwujudan dirinya sesuai dengan kemampuan dasar dan keunikan yang dimiliki. (Djamarah & Zain, 2010). Dalam hal ini Siswa menjadi pusat yang harus diperhatikan oleh guru. Salah satu yang harus diperhatikan guru yaitu bagaimana gaya belajar siswa-siswanya?,  Untuk mengetahui Gaya Belajar siswa seorang guru bisa menggunakan gaya pembelajaran Honey dan Mumford sebagai instrumen pengukuran.

Dengan mengenal pasti gaya pembelajaran individu, ia bukan sahaja hanya dapat mengeksploitasi gaya pembelajaran yang diamalkan oleh individu malahan dapat meningkatkan potensi seseorang dalam proses pembelajaran. Setelah gaya pembelajaran pelajar dapat dikenal pasti maka mudahlah proses pengajaran dan pembelajaran dilakukan. Para pendidik perlu menganjakkan pendekatan pengajaran supaya lebih proaktif serta responsif terhadap kumpulan sasaran yang menjadi sumber .

Rumusan Masalah

Berdasarkan latarbelakang diatas mengenai teori humanistik dan pentingnya mengetahui gaya belajar siswa menurut honey dan mumford maka di dalam makalah ini akan dibahas mengenai :

  1. Siapa Honey dan Mumford dan apa itu gaya belajar?
  2. Apa Konsep Teori dari Honey dan Mumford?
  3. Bagaimana mengetahui Gaya belajar sesuai dengan teori honey dan Mumford?
  4.  Bagaimana Aktivitas yang bisa dilakukan sesuai dengan gaya belajar Teori Honey dan Mumford?

Tujuan

Tujuan dibuatnya makalah ini yaitu untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai siapa Honey dan Mumford,  konsep teorinya, serta cara mengetahui gaya belajar dan aktivitas yang bisa dilakukan sesuai dengan gaya belajar teori Honey dan Mumford.

 

II. PEMBAHASAN

 

  1. A.    Siapa Honey dan Mumford?

Pada akhir tahun  tujuh puluhan.Peter Honey dan Alan Mumford memiliki proyek penelitan di  Chloride mengenai memantapkan pilihan gaya belajar dari masing-masing manajer dan berencana mengembangkan pribadi mereka dalam melengkapai cerita manajer. . Selama 4 tahun melakukan penelitian dengan berbagai metode untuk meneliti pilihan gaya belajar. mereka telah memulai dengan teori kolb yaitu learning style invention namun hasil validitas rendah bagi senior manajer. Akhirnya mereka menemukan gaya belajar sendiri pada tahun 1982 pada musim gugur. Yang dikenal dengan Learning style questionaire.  Dari pertanyaan yang mereka buat diketahui bahwa mereka memilkik Gaya Belajar yang berbeda. Mumford adalah Reflektor / Theorist dan Honey pragmatis / Aktivis. (Honey & Mumford, 2006)

Menurut beberapa ahli  learning style is a student’s consistent way of responding to and using stimuli in the context of learning. Keefe (1979) defines learning styles as the “composite of characteristic cognitive, affective, and physiological factors that serve as relatively stable indicators of how a learner perceives, interacts with, and responds to the learning environment.” Stewart and Felicetti (1992) define learning styles as those “educational conditions under which a student is most likely to learn.” Thus, learning styles are not really concerned with what learners learn, but rather how they prefer to learn.

(http://www.nwlink.com/~donclark/hrd/styles.html)

Dari hal diatas dapat di terjemahkan bahwa Sebuah gaya belajar adalah cara yang konsisten yang digunakan siswa dalam  merespon dan menggunakan rangsangan dalam konteks pembelajaran. Keefe (1979) mendefinisikan gaya belajar sebagai “gabungan dari karakteristik kognitif, afektif, dan faktor-faktor fisiologis yang berfungsi sebagai indikator yang relatif stabil bagaimana pelajar merasakan, berinteraksi dan merespon lingkungan belajar.” Stewart dan Felicetti (1992) mendefinisikan gaya belajar sebagai orang “kondisi pendidikan di mana Siswa yang paling mungkin untuk belajar.” Jadi, gaya belajar tidak benar-benar peduli dengan apa yang peserta didik pelajari, melainkan bagaimana mereka memilih untuk belajar. Dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya belajar adalah Tipe atau cara Siswa dalam melakukan proses pembelajaran.

  1. B.     Pandangan Honey Dan Mumford Terhadap Belajar

Menurut Honey dan Mumford (1992), pembelajaran telah berlaku apabila manusia boleh mempamerkan sesuatu yang baru, sama ada dalam bentuk pemahaman, kesedaran, kemahiran. Dalam proses pembelajaran ini terdapat beberapa kecenderungan yang dimiliki dan diamalkan oleh individu. Kecenderungan ini termasuklah kecenderungan untuk memiliki pengalaman semasa mempelajari sesuatu, kecenderungan untuk mengimbas kembali, kecenderungan untuk membuat kesimpulan dan kecenderungan memastikan implementasi. (http://msszly.blogspot.com/2012_04_01_archive.html).

Honey dan Mumford memilki Pandangannya tentang gaya belajar  diilhami oleh pandangan kolb. Dimana kolb terkenal 4 tahap dalam  belajar yaitu:  Tahap pengalaman kongkret,Tahap pengalaman aktif dan reflektif,  Tahap konseptualisasi dan Tahap eksperimentasi aktif

Menurut Honey dan Mumford dalam Budianingsih 2005 yang diakses dari  http://repository.upi.edu/operator/upload/t_ipa_0808019_chapter2. terdapat 4 golongan manusia yang belajar yaitu golongan aktivis, golongan  reflektor, golongan teoritis dan golongan pragmatis.

            Golongan Aktivis adalah mereka yang senang melibatkan diri dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan dengan tujuan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman baru. Orang-orang tipe ini mudah diajak berdialog, memiliki pikiran terbuka, menghargai pendapat orang lain, dan mudah percaya pada orang lain. Namun dalam melakukan suatu tindakan sering kali kurang pertimbangan secara matang, dan lebih banyak didorong oleh kesenangannya untukmelibatkan diri. Dalam kegiatan belajar, orang-orang demikian senang pada hal-hal yang sfatnya penemuan-penemuanbaru, seperti pemikiran baru, pengalaman barru dan sebagainya, sehingga metode yang cocok adalah problem solving, barin storming. Namun mereka akan cepat bosan dengan kegiatan-kegiatan yang implementasinya memakan waktu lama.

 

Golongan ke dua adalah golongan  Reflektor . golongan reflektor adalah Mereka yang termasuk dalam kelompok reflektor mempunyai kecenderungan yang berlawanan dengan mereka yang termasuk kelompok aktivis. Dalam dalam melakukan suatu tindakan, orang-orang tipe reflektor sangant berhati-hati dan penuh pertimbangan. Pertimbangan-pertimbangan baik-buruk dan untung-rugi, selalu memperhitungkan dengan cermat dalam memutuskan sesuatu. Orang orang demikian tidak mudah dipengaruhi, sehingga mereka cenderung bersifat konservatif.

Ketiga, Golongan Teoritis yaitu  golongan yang memiliki kecenderungan  yang sangat keritis, suka menganalisis, selalu berfikir rasional dengan menggunakan penalarannya. Segala sesuatu sering dikembalikan kepada teori dan konsep-konsep atau hukum-hukum. Mereka tidak menyukai pendapat atau penilaian yang sifatnya subjektif. Dalam melakukan atau memutuskan sesuatu, kelompok teoritis penuh dengan pertimbangan, sangat skeptis da tidak menyukai hal-hal yang bersifat spekulatif. Mereka tampak lebih tegas dan mempunyai pendirian yang kuat, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh pendapat orang lain.

            Dan ke empat, Golongan Pragmatis : golongan pragmatis adalah golongan yang memiliki sifat-sifat praktis, tidak suka berpanjang lebar dengan teori-teori, konsep-konsep, dalil-dalil, dan sebagainya. Bagi mereka yang penting adalah aspek-aspek praktis, sesuatu yang nyata dan dapat dilaksanakan. Sesuatu hanya bermanfaat jika dapat dipraktekkan. Teori, konsep, dalil, memang penting, tetapi jika itu semua tidak dapat dipraktekkan maka teori, konsep, dalil, dan lain-lain itu tidak ada gunanya. Bagi mereka, sesuatu lebih baik dan berguna jika di praktekkan.

Teori dari honey dan Mumford dapat digambarkan seperti gambar dibawah ini :

                                                Sumber : http://www.learningandteaching.info/learning/experience.htm

                Gambar diatas menggambarkan bahwa dari pengalaman  kemudian melakukan observasi sesuai dengan pengalaman yang ada kemudian menentukan toeri-teori sesuai dari hasil observasi kemudian di menempatkan toeri-teori ke dalam praktek untuk melihat apa yang terjadi.

  1. C.    Cara Mengidentifikasi Gaya belajar Siswa menurut honey  dan Mumford

Untuk mengetahui gaya belajar siswa kita bisa menggunakan pertanyaan –pertanyaan yang telah dibuat oleh honey dan mumford. Pertanyaan-pertanyaan itu dikenal dengan  learning style questionaire. Kedua versi dari kuesioner telah dirancang untuk mengeksplorasi gaya belajar masyarakat preferensi. Satu kuesioner ini dilakukan dengan mengundang orang untuk merespon 80-item dan lain untuk persis setengah jumlah item. Dua versi masing-masing memiliki keunggunalan tergantung pada keadaan anda dan kebutuhan peserta didik anda. Dalam buku guide untuk learning style  http://www.peterhoney.com/documents/Learning-Styles-Helpers-Guide_QuickPeek.pdf ada beberapa keuntungan antara kuesioner 40 item dan 80 item yaitu :

Keuntungan dari kuesioner 40-item

 

  1. Ideal sebagai pengenalan awal bagi orang-orang yang belum pernah memberikan banyak pertimbangan untuk bagaimana mereka belajar
  2. Berguna jika waktu adalah pada premi – kuesioner waktu yang panjang untuk menyelesaikan dan skor
  3. Membantu orang tetap fokus – ada saran sedikit tindakan untuk memilih antara
  4. Kata-kata yang ringkas dan lebih cocok untuk audiens yang lebih beragam.

 

Keuntungan dari kuesioner 80-item

 

  1. cocok digunakan jika seseorang ingin melakukan lebih mendalam tentang   hasil     pertanyaan.
  2. Sesuai digunakan untuk waktu yang panjang,
  3. cocok untuk orang berbisnis dan
  4. Menggunakan pertanyaan  asli dari honey dan mumford

Dalam hal ini, penulis akan memberikan contoh instrumen yang berisi 40 Soal yang dibuat oleh Honey dan Mumford di unduh dari file:///D:/KULIAH%20SEMESTER%202/TEORI%20BELAJAR%20MENGAJAR/Learning%20Styles%20Questionnaire%20%20short%20version%20Aug10%20(2).pdf

Tujuan dari Kuesioner ini dirancang untuk mengetahui gaya belajar yang Anda (s). Selama bertahun-tahun Anda mungkin dikembangkan belajar “kebiasaan” yang membantu Anda mendapatkan keuntungan lebih dari beberapa pengalaman dari orang lain. Karena Anda mungkin tidak menyadari hal ini, kuesioner ini akan membantu Anda menentukan preferensi belajar Anda sehingga Anda berada dalam posisi yang lebih baik untuk memilih pengalaman yang sesuai dengan gaya Anda belajar dan memiliki pemahaman yang lebih besar dari mereka yang sesuai dengan gaya lain.

Tidak ada batas waktu untuk kuesioner ini. Ini mungkin akan membawa Anda 10-15 menit. Keakuratan hasil tergantung pada seberapa jujur ​​Anda dapat. Tidak ada jawaban benar atau salah.  Jika Anda setuju beri tanda centang dan jika tidak setuju  beri tanda silang.

 
  1. Saya suka hal-hal yang jelas kebenarannya.
 
  1. Saya cukup senang mengambil resiko.
 
  1. Saya lebih suka untuk memecahkan masalah dengan step by step dari pada langsung menebak
 
  1. Saya lmenyukai hal-hal yang sederhana ketimbang sesuatu yang rumit.
 
  1. Saya sering melakukan sesuatu dengan perasaaan daripada berpikir terlebih dahulu
 
  1. Saya tidak suka berandai-andai tentang sesuatu. Saya menyukai apa yang ada dalam diri sendiri.
 
  1. Terserah apa yang kamu pelajari yang penting praktek
 
  1. Saya aktif mencari hal-hal yang baru baru untuk dilakukan
 
  1. Ketika saya mendengar tentang ide baru saya segera mencari  bagaimana saya bisa mencobanya.
  10.Saya tertarik menempel rutinitas tetap,  sesuai jadwal, dll
  11.saya berhati-hati  dalam bekerja saya tidak suka langsung mengambil kesimpulan.
  12. Saya ingin membuat keputusan yang sangat hati-hati dan sebaiknya setelah menimbang semua lainnya
  13. Saya suka mengambil keputusan dengan hati-hati dan memikirkan kemungkinan-kemungkinan dari keputusan itu.

 

  14 Dalam diskusi saya ingin langsung ke inti persoalan.
  15 Saya suka tantangan mencoba sesuatu yang baru dan berbeda.
  16 Saya lebih suka berpikir terlebih dahulu sebelum membuat kesimpulan
  17 Saya sulit menemukan ide-ide
  18 Saya lebih suka untuk memiliki banyak  informasi tentang subjek sesuatu, sehingga bisa menyaring mana yang lebih baik.

 

  19 Saya lebih suka langsung melakukan sesuatu-dari pada merencanakankan terlebih dahulu.

 

  20 Saya cenderung menilai gagasan orang lain tentang bagaimana mereka bekerja sesuai prakteknya
  21 Saya tidak berpikir bahwa Anda dapat membuat keputusan hanya karena hal itu terasa benar. Anda harus berpikir tentang semua fakta.

 

  22 saya cenderung cerewet tentang bagaimana saya melakukan sesutu . Cenderung Perfeksionis.
  23 Dalam diskusi saya biasanya menyalurkan banyak ide.

 

  24.Dalam diskusi saya mengajukan ide-ide yang saya tahu untuk dikerjakan.

 

  25 Saya lebih suka melihat masalah dari sudut yang berbeda sebanyak yang saya bisa sebelum memutuskan.

 

  26 Biasanya saya lebih banyak berbicara daripada mendengarkan
  27  Saya Bisa bekerja di luar dalam melakukan sesuatu yang praktek

 

  28 Saya percaya bahwa berpikir logis  adalah kunci untuk menyelesaikan sesuatu.

 

  29 Jika saya harus menulis surat resmi saya mencoba di beberapa kertas    sebelum menulis dikertas seharusnya.

 

  30 Saya ingin mempertimbangkan semua alternatif sebelum memutuskan

 

  31 Saya tidak suka ide yang lebih luas.  Sangat tidak praktis

 

  32 Cara terbaik adalah untuk melihat sebelum Anda melompat.

 

  33 Saya biasanya lebih banyak mendengar daripada berbicara.

 

  34 Tidak peduli bagaimana Anda melakukan sesuatu, asalkan bekerja.

 

  35 Saya tidak dapat diganggu dengan aturan dan rencana, yang mengambil semua kesenangan dari hal-hal yang harus dilakukan

 

  36 Aku biasanya menjadi pusat perhatian.

 

  37 Saya melakukan apa yang harus saya lakukan, untuk mendapatkan pekerjaan
  38 Saya ingin mencari tahu bagaimana segala sesuatu bekerja.

 

  39 Aku suka pertemuan atau diskusi untuk mengikuti pola yang tepat dan untuk menjaga jadwal.

 

  40 Saya tidak keberatan jika harus melakukan sesuatu yang lebih.

PENILAIAN

Untuk Setiap pertanyaan yang di centang maka bernilai 1 dan 0 untuk tanda silang.

1                      4                      2                      11

3                      7                      5                      12

6                      9                     8                      16

10                    14                    15                    18

13                    20                    19                    21

22                    27                    26                    29

28                    31                    35                    30

38                    34                    36                    32

39                    37                    40                    33

 

 

 

Theorist             Pragmatis        Activist              Reflector

 

D. Aktivitas dan Karakteristik dari 4 gaya belajar yang bisa diaplikasikan dalam pembelajaran yaitu :

Gaya Belajar

Attributes

Kegiatan

Aktivis Aktivis adalah orang-orang yang belajar dengan melakukan. Aktivis perlu untuk mendapatkan tangan mereka kotor, untuk menyelam dengan kedua kaki terlebih dahulu. Memiliki pendekatan terbuka untuk belajar, melibatkan diri sepenuhnya dan tanpa bias dalam pengalaman baru.  Brainstorming

 pemecahan masalah

 diskusi kelompok

 teka-teki

 kompetisi

 bermain peran

Theorist peserta didik ingin memahami teori di balik tindakan. Mereka membutuhkan model, konsep dan fakta dalam rangka untuk terlibat dalam proses pembelajaran. Lebih memilih untuk menganalisis dan mensintesis, menarik informasi baru menjadi sistematis dan logis ‘teori’.  Model

 Statistik

 cerita

 kutipan

 informasi latar belakang

 applying theories

Pragmatist Orang-orang harus mampu melihat bagaimana putthe belajar dalam praktek di dunia nyata. Konsep dan permainan abstrak adalah penggunaan terbatas kecuali mereka dapat melihat cara untuk menempatkan ide-ide ke dalam tindakan dalam kehidupan mereka. Eksperimen, mencoba ide-ide aru, teori dan teknik untuk melihat pekerjaan  waktu untuk berpikir tentang bagaimana menerapkan pembelajaran dalam realitas

 studi kasus

 pemecahan masalah

 Diskusi

Reflector orang belajar dengan mengamati dan berpikir tentang apa yang terjadi. Mereka mungkin menghindari melompat masuk dan lebih memilih untuk menonton dari pinggir lapangan. Lebih memilih untuk berdiri kembali dan melihat pengalaman dari sejumlah perspektif yang berbeda, mengumpulkan data dan mengambil waktu untuk bekerja menuju sebuah keputusan yang tepat  diskusi dipasangkan

 kuesioner analisis  diri

 kuesioner kepribadian

 waktu

 kegiatan mengamati

 umpan balik dari orang lain

 pembinaan

 wawancara

III. PENUTUP

Honey dan Mumford adalah rekan kerja pada sebuah penelitian tentang gaya belajar para manajer di ochida dan mereka ingin mengembangkan bagaiman gaya belajar para manajer. Selama 4 tahun melakukan  penelitian dengan beberapa cara salah satu cara yang di lakukan yaitu menggunakan teori dari Kolb mengenai learning style invention namun hasil yang didapat validitas rendah terhadap manajer yang senior.

Pada tahun 1982 di musim gugur mereka mempublikasikan gaya belajar mereka sendiri yaitu dikenal dengan Learning style Questionaire.  Ada 2 versi Questionaire yang digunakan oleh honey dan Mumford yaitu ada yang 80 soal dan ada yang 40 soal. Masing-masing memilkik kelebihan tersendiri.

Honey dan Mumford mengidentifikasi ada 4 Gaya belajar siswa yaitu,  Aktivis, reflector, theorist dan Pragmatis.

Aplikasi dalam Proses belajar dan mengajar setelah mengetahui gaya Belajar Siswa Guru bisa melakukan kegiatan pembelajaran Seperti Role –play ( bermain peran) untuk Gaya belajar Aktivis,  untuk Gaya belajar reflektor bisa melakukan pembelajaran melalui pengamatan,  dan teoris bisa menggunakan pembelajaran yang menjelaskan asal usul atayu sejarah itu ada kemudian Pragmatis , belajar bisa menggunakan aktivitas pemecahan masalah atau diskusi.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, s. B., & Zain, A. (2010). Stategi belajar mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Djiwandono, S. E. (2002). Psikologi pendidikan. Jakarta: PT.Grasiondo.

Honey, p., & Mumford, a. (2006). Learning Style Helper Guide. Peterhoney Publication Limited.

http://www.peterhoney.con/document/learnign-style-helper-guide quickpeek.pdf.

Honey and Mumford Model  akses di  tanggal , 6 April  2013http://www.learningandteaching.info/learning/experience.htm

 

Jurnal : http://repositoru.upi.edu/operator/upload/ t ipa 0808019 chapter 2 Akses 6 April 2013.

Learning style short Questionaire version Honey and Mumford akses di http://www.science.ulster.ac.uk/nursing/mentorship/docs/nursing/oct11/Learning%20Styles%20Questionnaire%20%20short%20version%20Aug10.pdf akses tanggal  4 April 2013

 

 

2 thoughts on “TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s