DIFUSI DAN INOVASI PENDIDIKAN

MAKALAH KELOMPOK 1

PROSES PENGEMBANGAN INOVASI

MATA KULIAH DIFUSI DAN INOVASI DALAM PENDIDIKAN

 

Dosen Pengampu:

Dr. Aisyah, M.Pd.

Dr. Nyayu Khodijah, M.Si.

Disusun oleh:

Mailinda (NIM: 06122503050)

Ria Arini (NIM: 06122503049)

 

 

 

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

2013

PROSES PENGEMBANGAN INOVASI

1.1. PENDAHULUAN

  1. Pengertian Inovasi

Kata “innovation” (bahasa Inggris) sering diterjemahkan segala hal yang baru atau pembaharuan (S. Wojowasito, 1972: Santoso S. Hamijoyo, 1996) tetapi ada yang menjadikan kata “innovation” menjadi kata Indonesia yaitu “inovasi”. Inovasi kadang-kadang juga dipakai untuk menyatakan penemuan, karena hal yang baru itu hasil penemuan. Kata penemuan juga sering digunakan untuk menterjemahkan kata dari bahasa Inggris “discovery” dan “invention”. Ada juga yang mengkaitkan antara pengertian inovasi dan modernisasi, karena keduanya membicarakan usaha pembaharuan. Untuk memperluas wawasan serta memperjelas pengertian inovasi, maka perlu dibahas dulu tentang pengertian discovery, invention, dan innovation.

Discovery, invention, dan innovation dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai penemuan. Maksudnya ketiga kata tersebut mengandung arti ditemukannya sesuatu yang baru, baik sebenarnya barang itu sendiri sudah ada lama kemudian baru diketahui atau memang benar-benar baru dalam arti sebelumnya tidak ada. Demikian pula mungkin hal yang baru itu diadakan dengan maksud untuk mencapai tujuan tertentu. Inovasi dapat menggunakan diskoveri atau invensi. Untuk jelasnya marilah kita bicarakan pengertian tersebut satu persatu.

Diskoveri (discovery) adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada, tetapi belum diketahui orang. Misalnya penemuan benua Amerika. Sebenarnya benua Amerika itu sudah lama ada, tetapi baru ditemukan oleh Columbus pada tahun 1492, maka dikatakan Columbus menemukan benua Amerika, artinya Columbus adalah orang Eropa yang pertama menjumpai benua Amerika.

Invensi (invention) adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru, artinya hasil kreasi manusia. Benda atau yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan dengan hasil kreasi baru. Misalnya penemuan teori belajar, teori pendidikan, teknik pengolahan limbah menjadi barang yang bermanfaat, dan sebagainya. Tentu saja munculnya ide atau kreativitas berdasarkan hasil pengamatan, pengalaman, dari hal-hal yang sudah ada, tetapi wujud yang ditemukannya benar-benar baru.

Inovasi (innovation) adalah ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invensi maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu.

Berikut beberapa pengertian inovasi yang dikemukakan oleh para ahli:

  1. Inovasi adalah suatu ide, praktik, atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. (Everett M. Rogers, 2003)
  2. Inovasi adalah suatu perubahan yang sifatnya khusus, memiliki nuansa kebaruan, dan disengaja melalui suatu program yang jelas dan direncanakan terlebih dahulu, serta dirancang untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari suatu sistem tertentu. (Matthew B. Miles, 1973)
  3. Inovasi adalah gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa. (Stephen Robbins, 1994)
  4. Inovasi adalah suatu perubahan yang baru dan secara kualitatif berbeda dari hal (yang ada) sebelumnya dan sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu, termasuk dalam bidang pendidikan. (Santoso S. Hamidjoyo, 2002)

Dari beberapa definisi inovasi yang dibuat para ahli tersebut pada dasarnya memiliki pengertian yang yang sama. Semua definsi tersebut menyatakan bahwa inovasi adalah suatu ide, hal-hal yang praktis, metode, cara barang-barang buatan manusia, yang diamati atau dirasakan sebagai sesuatu yang baru bagi seseorang atau kelompok orang (masyarakat). Hal yang baru itu dapat berupa hasil invensi atau diskoveri, yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah.

 

  1. Pengertian Inovasi Pendidikan

Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan persoalan, diantaranya:

  1. Bertambahnya jumlah penduduk yang sangat cepat dan sekaligus bertambahnya keinginan masayarakat untuk mendapatkan pendidikan, Yang secara kumulatif menuntut tersedianya sarana pendidikan yang memadai.
  2. Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modern menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan terus-menerus, dan dengan demikian menuntut pendidikan yang lebih lama sesuai dengan konsep pendidikan seumur hidup (life long education).
  3. Berkembangnya teknologi yang mempermudah manusia dalam menguasai dan memanfaatkan alam dan lingkungannya, tetapi yang sering kali ditangani sebagai suatu ancaman terhadap kelestarian pearanan manusiawi.

Tantangan-tantangan tersebut, lebih berat lagi dirasakan karena berbagai persoalan datang, baik dari luar maupun dari dalam sistem pendidikan itu sendiri, di antaranya:

  1. Sumber-sumber yang makin terbatas dan belum dimanfaatkannya sumber yang ada secara efektif dan efisien.
  2. Sistem pendidikan yang masih lemah dengan tujuan yang masih kabur, kurikulumnya belum serasi, relevan, suasana belum menarik, dan sebagainya.
  3. Pengelolaan pendidikan yang belum mekar dan mantap, serta belum peka terhadap perubahan dan tuntutan keadaan , baik masa kini maupun masa yang akan datang.
  4. Masih kabur dan belum mantapnya konsepsi tentang pendidikan dan interpretasinya dalam praktik.

Keseluruhan tantangan dan persoalan tersebut memerlukan pemikiran kembali yang mendalam dan pendekatan baru yang progresif. Pendekatan ini harus selalu didahului dengan penjelajahan yang didahului oleh percobaan, dan tidak boleh semata-mata atas dasar coba-coba. Gagasan baru sebagai hasil pemikiran kembali haruslah mampu memecahkan persoalan yang tidak terpecahkan hanya dengan cara yang tradisional. Gagasan dan pendekatan baru yang memenuhi ketentuan inilah yang dinamakan inovasi pendidikan.

Inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru, dan kualitatif berbeda dari hal (yang ada sebelumnya), serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan beberapa istilah yang menjadi kunci pengertian inovasi pendidikan, sebagai berikut:

  1. “Baru” dalam inovasi dapat diartikan apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh penerima inovasi, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. Akan tetapi, yang lebih penting dari sifatnya yang baru ialah sifat kualitatif berbeda dari sebelumnya.
  2. “Kualitatif” berarti inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali unsur-unsur dalam pendidikan. Jadi, bukan semata-mata penjumlahan atau penambahan unsur-unsur setiap komponen.
  3. “Hal” yang dimaksud dalam definisi tadi banyak sekali, meliputi semua komponen dan aspek dalam subsistem pendidikan. Hal-hal yang diperbaharui pada hakikatnya adalah ide atau rangkaian ide.
  4. “Kesengajaan” merupakan unsur perkembangan baru dalam pemikiran para pendidik dewasa ini. Kebijaksanaan dan strategi untuk mengembangkan inovasi pendidikan membuktikan adanya anggapan yang kuat bahwa inovasi dan penyempurnaan pendidikan harus dilakukan dengan sengaja dan berencana dan tidak dapat diserahkan menurut cara-cara kebetulan atau sekedar berdasarkan hobi perseorangan belaka.
  5. “Meningkatkan kemampuan” mengandung arti bahwa tujuan utama inovasi adalah kemampuan sumber-sumber tenaga, uang, dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi. Singkatnya, keseluruhan sistem perlu ditingkatkan agar semua tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai dengan sebaik-baiknya.
  6. “Tujuan” yang direncanakan harus dirinci dengan jelas tentang sasaran dan hasil-hasil yang ingin dicapai, yang sedapat mungkin dapat diukur untuk mengetahui perbedaan antara keadaan sesudah dan sebelum inovasi dilaksanakan.

Dari uraian tersebut, dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan inovasi di bidang pendidikan adalah usaha mengadakan perubahan dengan tujuan untuk memperoleh hal yang lebih baik dalam bidang pendidikan.

1.2.  Masalah

Adapun masalah yang akan dibahas pada makalah ini dirumuskan sebagai berikut: “Apa langkah-langkah yang ada dalam proses pengembangan inovasi?”

1.3.  Tujuan

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui langkah-langkah yang ada dalam proses pengembangan inovasi.

 

  1. II.      PEMBAHASAN

Proses pengembangan inovasi terdiri dari semua keputusan dan aktivitas, dan dampaknya, yang terjadi dari pengenalan terhadap suatu kebutuhan  atau suatu masalah, melalui penelitian, pengembangan , dan pengkomersilan suatu inovasi, melalui difusi dan adopsi dari suatu inovasi oleh pengguna, dengan segala konsekuensinya. Berikut langkah-langkah utama dalam proses pengembangan inovasi.

  1. 1.    Pengenalan Masalah (Problem) atau Kebutuhan (Need)

Proses pengembangan inovasi biasanya mulai dengan pengenalan masalah atau kebutuhan, yang merangsang kegiatan penelitian dan pengembangan yang didesain untuk menciptakan inovasi untuk menyelesaikan masalah/kebutuhan.

Contoh kasus, sebuah ilustrasi tentang isu keselamatan mobil. Penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) mengembangkan mobil yang aman selama bertahun-tahun, tetapi hasilnya tidak praktis hingga pertengahan tahun 1960. Masalah sosial dari keselamatan mobil menjadi prioritas nasional hingga menjadi lebih fatal di awal tahun1960 ketika kematian dalam setahun mencapai 50.000 jiwa. Interpretasi dari kecenderungan bahaya ini merupakan bagian besar dari aktivitas politik.

Havelock (1972) melakukan sebuah survey terhadap ratusan peneliti khusus di bidang keselamatan mobil dan ratusan pembuat keputusan yang merupakan anggota dari organisasi keselamatan jalan raya terkemuka. Para pembuat keputusan memberikan pandangan mereka terhadap masalah keselamatan lalu lintas: pada “Kacang di belakang roda/ The nut behind the wheel” (sebuah perspektif kesalahan-individu). Di sisi lain, sebagian besar komunitas peneliti menolak “pandangan kuno” terhadap masalah keselamatan ini. Bagi mereka solusi untuk mengatasi masalah fatalitas kendaraan ini adalah dengan mendesain ulang mobil dan jalan raya (pandangan kesalahan-sistem). Dalam masalah ini, keberadaan hasil penelitian digunakan melalui proses politik. Dan peneliti keselamatan lalu lintas membantu menarik perhatian masalah sosial melalui penelitian mereka yang mendefinisi ulang dari kesalahan-individu menjadi kesalahan-sistem. Di sini kita lihat bagaimana konstruksi sosial sebuah masalah adalah perpaduan dari keahlian ilmuwan dan kekuatan politik, sebagai agenda prioritas dari kebutuhan-inovasi dilakukan sepanjang waktu.

  1. 2.    Penelitian Dasar dan Terapan

Sebagian besar inovasi yang telah diteliti dalam penelitian difusi adalah inovasi teknologi, dan istilah teknologi sering digunakan sebagai sinonim dari inovasi. Dasar ilmu bagi teknologi biasanya diperoleh dari penelitian dasar (basic research), yang didefinisikan sebagai penelitian orisinil untuk pengembangan ilmu pengetahuan  yang tidak memiliki tujuan khusus untuk menerapkan pengetahuan ini pada masalah-masalah praktis.

Penelitian terapan terdiri dari penelitian-penelitian keilmuwan yang ditujukan untuk mengatasi masalah-masalah praktis. Ilmu pengetahuan diletakkan pada hal yang bersifat praktis untuk mendesain sebuah inovasi yang akan mengatasi masalah atau kebutuhan yang dirasakan. Peneliti-peneliti adalah pengguna utama dari penelitian dasar. Sehingga invensi merupakan hasil dari serangkaian (1) penelitian dasar diikuti oleh (2) penelitian terapan menuju (3) perkembangan.

Satu alat ukur kesuksesan penelitian adalah dipatenkan atau tidak, pemerintah melindungi hak-hak para penemu untuk periode selama tujuh belas tahun.

Di Amerika Serikat, pemerintahnya telah melindungi hak-hak para penemu selama periode  yang mana ide baru tersebut dikomersilkan (yaitu, mengubah menjadi produk baru untuk dijual). Untuk mendapatkan hadiah dari sebuah paten, seorang inventor harus membuktikannya pada Badan Paten Amerika Serikat bahwa ide barunya benar-benar orisinil, tidak tumpang tindih dengan pengetahuan yang telah ada.

Ada juga penemuan yang tidak disengaja, yang disebut “serendipity”. Contoh dari serendipity ini adalah Rogaine, penumbuh rambut untuk laki-laki berkepala botak yang dijual oleh Perusahaan Upjohn. Di pertengahan tahun 1980-an, para pekerja R&D Upjohn menemukan Monoxidil, obat yang melebarkan arteri tubuh dan mengurangi tekanan darah. Yang mengejutkan para pekerja R&D pada proyek Monoxidil ditemukan bahwa rambut mereka telah mulai tumbuh dengan subur. Sebagai suatu penelitian, mereka menggunakan sedikit Monoxidil pada lengan bawah mereka. Rambut tumbuh dengan tebal. Monoxidil melebarkan pembuluh darah, membawa darah lebih banyak ke akar rambut, dan merangsang pertumbuhan rambut mereka.

Sebuah asumsi implisit dari proses pengembangan inovasi adalah bahwa inovasi dikembangkan oleh pengusaha-pengusaha pabrik yang memproduksi dan menjual inovasi ini. Lebih jauh, pengusaha-pengusaha pabrik mengembangkan inovasi.

  1. 3.    Pengembangan

Pengembangan suatu inovasi adalah proses meletakkan sebuah ide baru dalam satu bentuk yang diharapkan bertemu dengan kebutuhan-kebutuhan audiens dari adopter-adopter yang potensial. Fase ini biasanya terjadi setelah penelitian tetapi lebih dahulu inovasi yang berasal dari penelitian.

Peran ketidakpastian dalam R&D. Jika seorang adopter inovasi dihadapkan pada ketidakpastian tingkat tinggi, inventor-developer dari ide baru harus memahami tidak hanya masalah mereka tetapi juga mengantisipasi berbagai  masalah individu dan organisasi lainnya yang akan menjadi adopter inovasi terakhir. Pertukaran informasi tentang inovasi teknologi merupakan komponen yang krusial mempengaruhi inovasi.

Jadi proses pengembangan inovasi, sebagian besarnya, dijalankan oleh pertukaran informasi teknis dalam menghadapi ketidakpastian tingkat tinggi.

Transfer Teknologi. Transfer teknologi adalah pertukaran informasi teknis antara para pekerja R&D yang menciptakan inovasi teknologi dan para pengguna ide baru. Konsep umum dari transfer teknologi adalah ini suatu proses melalui akibat dari penelitian dasar dan terapan yang diletakkan pada kegunaan. Pandangan ini mengimplikasikan bahwa transfer teknologi merupakan proses satu-cara, biasanya dari para peneliti dasar dari universitas kepada individu-individu pada perusahaan swasta yang mengembangkan dan mengkomersilkan inovasi teknologi.

Ada tiga tingkatan transfer teknologi (Gibson and Rogers, 1994):

  1. Pengetahuan (Knowledge)

Di sini penerima tahu tentang inovasi teknologi, mungkin sebagai akibat dari pesan-pesan komunikasi masa tentang ide-ide baru.

  1. Penggunaan (Use)

Di sini penerima telah meletakkan teknologi pada penggunaan dalam organisasinya. Jenis transfer teknologi ini lebih kompleks dari sekedar tahu tentang teknologi.

  1. Komersialisasi (Commercialization)

Di sini penerima telah mengkomersialkan teknologi ke dalam produk yang dijual di pasar.

  1. 4.    Komersialisasi

Komersialisasi adalah produksi, pabrik, pengemasan, penjualan, dan distribusi sebuah produk yang mewujudkan sebuah inovasi. Inovasi merupakan perubahan sebuah ide dari penelitian menjadi sebuah produk atau jasa untuk dijual di pasar.

Tidak semua inovasi berasal dari sebuah penelitian dan pengembangan, tentunya. Inovasi malahan muncul dari praktek seperti praktisi-praktisi tertentu yang mencari solusi baru bagi kebutuhan/ masalah mereka.

  1. 5.    Difusi dan Adopsi

Gatekeeping adalah pengendalian aliran pesan melalui saluran komunikasi. Salah satu keputusan yang paling penting dalam seluruh proses pengembangan inovasi adalah memulai difusi suatu inovasi untuk adopter-adopter yang potensial. Di satu sisi, biasanya ada tekanan untuk menyetujui  suatu inovasi untuk difusi sesegera mungkin., sebagaimana masalah/kebutuhan sosial perlu mendapatkan prioritas penyelesaian. Dana publik bisa digunakan untuk melakukan penelitian dan dukungan dana investasi publik hingga inovasi diadopsi oleh pengguna. Di sisi lain, reputasi dan kredibilitas agen perubahan  di mata kliennya hanya merekomendasikan inovasi yang akan memberikan keuntungan bagi adopter. Para ilmuwan biasanya sangat berhati-hati bila tiba saatnya untuk menterjemahkan penemuan mereka ke dalam bentuk praktek.

Innovation gatekeeping, diawasi atau tidak suatu inovasi harus didifusikan kepada audiens, terjadi dalam berbagai cara yang berbeda. Stasiun percobaan pertanian di tiap lima puluh negara mengembangkan inovasi lahan pertanian dan menyerahkannya kepada layanan perluasan pertanian negara mereka untuk berdifusi, tiap inovasi yang dipertimbangkan siap untuk difusi direkomendasikan kepada petani untuk diadopsi bagi para pakar pertanian. Inovasi boleh diberikan meliputi persetujuan, atau inovasi boleh direkomendasikan  kepada petani-petani tertentu, atau pada iklim tertentu atau kondisi tanah. An organizational interface seringkali terlibat pada poin keputusan memulai difusi sebuah inovasi, sebagaimana ide baru disahkan dari para pekerja R&D stasiun percobaan pertanian kepada agen difusi (layanan perluasan pertanian). An organizational interface sejenis antara unit R&D dan agen difusi terlibat di berbagai bidang, dan poin keputusan dikelola dalam berbagai cara.

  1. 6.    Konsekuensi

Fase terakhir dalam proses pengembangan inovasi adalah konsekuensi dari suatu inovasi, didefinisikan sebagai perubahan yang terjadi pada individu atau sistem sosial sebagai akibat adopsi atau penolakan terhadap suatu inovasi. Berikut masalah/kebutuhan orisinil yang memulai proses keputusan inovasi diatasi atau tidak.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s