LANDASAN TEORI DAN PENDEKATAN SISTEM

LANDASAN TEORI DAN PENDEKATAN SISTEM

 

 

 

MATA KULIAH

Dasar-dasar Teknologi Pendidikan

 

 

 

DOSEN PENGAMPU :

 Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc.

Prof. Dr.H.Fuad Abd.Rachman,M.Pd

Dr.L.R.Retno Susanti,M.Hum.

                                                        

 

Disusun oleh

Ria Arini (NIM. 06122503048)

 

UNIVERSITAS NEGERI SRIWIJAYA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN

PALEMBANG 2012

 

PENDAHULUAN

 

            Teknologi pendidikan sebagai suatu bidang kajian ilmiah, senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang mendukung dan mempengaruhinya. Landasan dalam teknologi pendidikan salah satunya yaitu landasan teori dan pendekatan sistem. Sistem adalah strategi yang menyeluruh atau rencana dikomposisi oleh satu set elemen, yang harmonis, mempresentasikan kesatuan unit, masing-masing elemen mempunyai tujuan sendiri yang semuanya berkaitan terurut dalam bentuk yang logis (McAshan dalam Pidharta,2009:27). Pendidikan adalah suatu sistem dimana pendidikan merupakan rangkaian pelaksanaan yang di siapkan untuk mengembangkan potensi dan ketrampilan peserta didik. Pendidikan di rancang sebagai sistem yang utuh untuk membentuk proses pembelajaran di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya terlaksana sesuai dengan perannya. Tirtaraharja (2000:263) mengemukakan pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang. Oleh karena itu sistem pendidikan merupakan satu kesatuan dari keseluruhan yang terpadu dari semua satuan dan kegiatan yang saling berkaitan untuk mengusahakan tercapainya tujuan pendidikan nasional.

Dalam pendidikan terdapat suatu sistem yang kompleks, dimana sistem tersebut memiliki beberapa komponen yang saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan untuk mencapai tujuan yang sama yaitu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, maka sebuah sistem yang memiliki banyak komponen tersebut, harus berjalan dengan baik sesuai fungsinya masing-masing.

Mengingat sebuah negara Indonesia memiliki jumlah individu yang sangat banyak dan beragam, sehingga penyelenggaraan pendidikan memerlukan sistem yang baik. Dan untuk mencapai sistem yang baik setiap sistem harus mengetahui peran masing-masing.

Berdasarkan Hal diatas maka dalam makalah ini kami akan membahas apa itu landasan teori sistem dan pendekatan sistem.  Makalah ini dibuat untuk menambah wawasan para pembaca dalam memahami landasan teori dan pendekatan sistem sebagai salah satu landasan dalam teknologi pendidikan.

PEMBAHASAN

  1. 1.      Landasan teori  dan Pendekatan Sistem  

1.1.Landasan Teori Sistem

Landasan teori adalah hal-hal yang berupa teori-teori itu sendiri dalam hal ini landasan teori sistem dan pendekatan sistem. Menurut Immegart dalam Pidharta (2009: 27),” sistem merupakan suatu keseluruhan yang memiliki bagian-bagian yang tersusun secara sistematis, bagian-bagian itu terelasasi satu dengan yang lain, serta peduli terhadap konteks lingkungannya. Sedangkan Menurut Hall dalam Mardi (2012:1) Sistem adalah sekelompok, dua atau lebih komponen yang saling berkaitan yang bersatu untuk mencapai tujuan yang sama. Dan Sistem menurut Miarso (2012) adalah perpaduan antara sejumlah komponen yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri, namun saling berkaitan untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu lingkungan yang komplek, dengan ciri-ciri: adanya tujuan yang telah ditentukan, adanya komponen, adanya keterpaduan antara semua komponen, adanya keterbukaan, terjadinya transformasi, adanya mekanisme kendali yang mengatur kekompakan fungsi masing-masing-masing komponen.sedangkan menurut Mulyadi (1993) Sistem adalah sekelompok unsur yang berhubungan satu dengan lainnya yang berfungsi bersama-sama mencapai tujuan tertentu.adapun dari definisi dirinci kembali bahwa sistem adalah

  1. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur
  2. Unsur –unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan
  3. Unsur sistem tersebut bekerjasama untuk mencapai tujuan sistem
  4. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Dari pendapat – Pendapat  di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah  satu-kesatuan yang memiliki komponen-komponen atau unsur-unsur yang saling berhubungan dan memiliki fungsi masing-masing guna mencapai tujuan sistem.

Menurut Pidharta ada  4 ciri umum sistem yaitu:

(1) Sistem merupakan satu kesatuan yang Holistik,

(2) Memiliki bagian –bagian yang tersusun sistematis dan Hierarki ,

(3) Bagian-bagian itu berelasi satu dengan yang lain, dan

(4) konsen terhadap konteks lingkungannya.

Contoh : Balpoin sebagai suatu sistem merupakan suatu kesatuan. Bagiannya terdiri dari tutup dan badan. Badan terdiri dari bagian luar dan isi. Isi terdiri dari buluh, tinta, dan bola/ujung. Bagian-bagian itu adalah bertingkat atau berhierarki dan berelasi satu dengan yang lain. Sedangkan konsep terhadap lingkungan tampak pada badannya yang enak dipegang ketika menulis, bola/ujungnya lancip sehingga tulisan menjadi baik, dan tutupnya diisi cantelan sehingga bisa digantungkan di kantong

Sistem memiliki klasifikasi yang membedakan sistem yang satu dengan sistem yang lain, yaitu:

1. Sistem Abstrak dan Sistem Fisik

Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berisi gagasan atau konsep, misalnya sistem teologi yang berisi gagasan tentang hubungan manusia dan tuhan. Sedangkan sistem fisik (physical system) adalah sistem yang secara fisik dapat dilihat, misalnya sistem komputer, sistem sekolah, sistem akuntansi dan sistem transportasi.

2. Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik

Sistem deterministik (deterministic system) adalah suatu sistem yang operasinya dapat diprediksi secara tepat, misalnya sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik (probabilistic system) adalah sistem yang tak dapat diramal dengan pasti karena mengandung unsur probabilitas, misalnya sistem arisan dan sistem sediaan, kebutuhan rata-rata dan waktu untuk memulihkan jumlah sediaan dapat ditentukan tetapi nilai yang tepat sesaat tidak dapat ditentukan dengan pasti.

3.Sistem Tertutup dan Sistem Terbuka

Merupakan sistem yang tidak bertukar materi, informasi, atau energi dengan lingkungan, dengan kata lain sistem ini tidak berinteraksi dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya reaksi kimia dalam tabung yang terisolasi. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dengan lingkungan dan dipengaruhi oleh lingkungan, misalnya sistem perusahaan dagang.

4.Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia

Merupakan sistem yang terjadi karena alam, misalnya sistem tata surya. Sedangkan sistem buatan manusia (human made system) adalah sistem yang  dibuat oleh manusia, misalnya sistem computer.

Setiap sistem adalah bagian dari sistem lain yang lebih besar dan terdiri dari berbagai sistem yang lebih kecil hal ini disebut dengan subsistem. Sistem memiliki sub-sub sistem dari yang besar ke kecil. Misalnya : Tubuh adalah sebuah sistem didalam tubuh ada sistem yang berfungsi sebagai struktur pernafasan ini adalah contoh sub sistem yang besar kemudian didalam struktur pernafasan   terdiri dari hidung, tenggorokan, paru-paru, pembuluh darah dan darah bagian-bagian ini adalah sub –sub sistem kecil.  Setiap sub-sub sistem baik kecil maupun besar tentunya memiliki fungsi masing-masing yang harus berjalan dengan harmonis. Apabila ada sebuah sistem yang menghambat maka tubuh atau pernafasannya akan terganggu atau tidak berjalan dengan baik. Contohnya apabila sesseorang mendapatkan flu yang menyebabkan hidungnya tersumbat sehingga salah satu sistem pernafasan terganggu hal ini bisa menyebabkan badan terasa lemah, lesu dan susah bernafas. Untuk mengatasi sistem yang tidak berjalan dengan baik maka kita harus melakukan pendekatan sistem.

 

1.2 Pendekatan Sistem

Pendekatan sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara sistematis dan sistemik.

Pendekatan sistem harus memenuhi persyaratan, (Banathy,1991) dalam Miarso: Sistemik (menyeluruh) Sistematik (berurutan, terarah) Sinergistik(menjamin adanya nilai tambah diseluruh aspek kegiatan) Isomeristik (menggabungkan hal-hal yang sesuai dengan kajian bidang).

Pendekatan sistem diperlukan apabila kita menghadapi suatu masalah yang kompleks sehingga diperlukan analisa terhadap permasalahan tadi, untuk memahami hubungan bagian dengan bagian lain dalam masalah tersebut, serta kaitan antara masalah tersebut dengan masalah lainnya. Tata kerja pendekatan sistem menelaah masalah-masalah pendidikan dari berbagai sudut pandang hingga menghasilkan beberapa alternatif. Penyelesaian masalah dipilih dari alternatif tadi. Pendekatan sistem juga memadukan pola berpikir penyelesaian masalah dengan segi efisiensi.

Sedangkan cara berpikir yang selalu mengedepankan sistem, apabila sudah melekat pada diri seseorang maka ia disebut berpola pikir sistemik. Dalam buku Menyemai Benih Teknologi Pendidikan oleh Miarso, 2011:11, komponen sistem (dalam kaitannya dengan teknologi pendidikan) terdiri dari komponen fungsional dan komponen proses (guru, media, sarana, cara belajar). Konsep dasar pendekatan sistem ditinjau dari pendapat menurut AECT yaitu merupakan suatu proses pencapaian hasil atau tujuan logis dari pemecahan masalah dengan cara efektif dan efisien, dan dianggap sebagai suatu metode ilmiah.

Ada kegunaan sistem yaitu Secara Umum : Sistem memiliki banyak cabang, ada sistem pendidikan, sistem computer, sistem dari suatu lembaga, dan lain-lain. Kegunaan sistem secara umum yaitu memudahkan suatu kegiatan atau kinerja dari seseorang maupun kelompok yang ingin mencapai tujuan bersama. Sistem juga sebagai suatu yang terstruktur dimana sistem tersebut memiliki beberapa komponen yang masing-masing memiliki fungsi berbeda. Sehingga suatu kegiatan atau kinerja menjadi lebih optimal dengan terintegrasinya komponen-komponen yang ada dalam sistem tersebut. Secara Khusus (Teknologi Pendidikan) : Sistem dalam Teknologi Pendidikan sangat penting keberadaannya. Teknologi Pendidikan sebagai suatu sistem memiliki beberapa komponen, seperti dosen, mahasiswa, sarana, metode, dan lain-lainnya. Masing-masing komponen harus mancapai fungsi yang maksimal supaya tercipta hasil (output) yang juga maksimal. Manfaat sistem dalam Teknologi Pendidikan yaitu memudahkan kinerja atau kegiatan belajar dan pembelajaran supaya hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

2. Pendidikan sebagai Sistem

Contoh dari sebuah sistem adalah pendidikan, kami mengambil contoh pendidikan karena kami adalah seorang pendidik sehingga wajib seorang pendidik mengetahui tentang suatu sistem dan pendekatan sistem dalam pendidikan. Melaksanakan pendidikan berdasarkan sistem berarti melaksanakan proses pendidikan secara konseptual dengan peranan sub-sistem maupun komponen yang saling bekerja sama. Semua komponen pendukung bergerak atau bekerja sesuai dengan peranannya masing-masing untuk mewujudkan sistem pendidikan yang tepat. Subsistem yang ada berjalan sesuai dengan tugas dan fungsinya sehingga sistem yang di rancang sesuai dengan berjalan untuk mencapai tujuan yang di harapkan. Sistem memiliki subsistem yang terbesar dalam pendidikan adalah kementerian pendidikan nasional kemudian subsistem yang berikutnya dikecilkan yaitu sub sub sistem pada sekolah kemudian sekolah memiliki sub-sub sistem kembali. Komponen-komponen sistem pendidikan yaitu

  1. Siswa      Row Input
  2. Guru         
  3. Orang Tua
    1. Manajemen
    2. Masyarakat
    3. Teknologi
    4. Kendali Mutu                               Instrumen yang memproses Row Input
    5. Kurikulum                                   sesuai dengan yang diinginkan.
    6. Sarana dan Prasarana
    7. Dunia Usaha/ Industri

 

Sedangkan  Menurut  Philip H.Coombs (Depdikbud, 1984/1985:68) yaitu : Ada 12 komponen pokok sistem pendidikan

  1. Tujuan dan prioritas, fungsinya untuk mengarahkan kegiatan sistem
  2. Anak didik, fungsinya belajar hingga mencapai tujuan pendidikan
  3. Pengelolaan, fungsinya merencanakan, mengkoordinasikan, mengarahkan, dan menilai sistem
  4. Struktur dan jadwal, fungsinya mengatur waktu dan mengelompokkan anak didik berdasarkan tujuan tertentu
  5. Isi/kurikulum, fungsinya sebagai bahan yang harus dipelajari anak didik
  6. Pendidik/guru, fungsinya menyediakan bahan, menciptakan kondisi belajar, dan menyelenggarakan pendidikan
  7. Alat bantu belajar, fungsinya memungkinkan proses belajar mengajar menarik, lengkap, dan bervariasi
  8. Fasilitas, fungsinya sebagai tempat terselenggaranya pendidikan
  9. Teknologi, fungsinya mempermudah atau memperlancar pendidikan
  10. Pengawasan mutu, fungsinya membina peraturan dan standar pendidikan
  11. Penelitian, berfungsi mengembangkan pengetahuan, penampilan sistem, dan hasil kerja sistem
  12. Biaya, berfungsi sebagai petunjuk efisiensi system

Sistem menurut teori, Sistem itu ada Input, proses, output dan outcome. Input adalah adalah apa yang masuk ke dalam suatu sekolah misalnya siswa dan guru adalah salah satu input  dimana  input  seperti siswa  masuk  belum mengerti apa-apa kemudian di proses, didalam proses ini banyak komponen yang berperan aktif yaitu  manajemen, orangtua, guru, siswa masyarakat, teknologi, kendali mutu, kurikulum, sarana dan prasarana dunia industri, yang memproses row input atau siswa sesuai dengan tujuan dari sistem itu sendiri. Setelah proses akan menghasilkan Output atau keluaran dari sistem atau sekolah itu sendiri untuk mengetahui  output suatu sekolah maka bisa dilihat dari outcome atau penerimaan terhadap alumni dari lembaga tersebut dalam dunia kerja atau lembaga lainnya.  Suatu output disekolah dapat dilihat dari 3 jenis yaitu pertama kualitas dari output yang dihasilkan , kedua kuantitasnya yaitu apakah sekolah atau lembaga itu banyak peminatnya dan yang ketiga apakah ada atau tidak siswa yang diberhentikan atau Drop Out .  penjelasan diatas dapat di gambarkan seperti bagan dibawah ini :

 

PROSES

SISWA

GURU

ORTU

MANAJEMEN

MASYARAKAT

SARPRAS

KURIKULUM

TEKNOLOGI

KENDALI MUTU

DIDIK

OUTPUT

OUTCOME

HASIL

TIDAK

INPUT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dari bagan di atas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Sistem terdiri dari berbagai komponen-komponen yang satu sama lain saling berkaitan.
  2. Kumpulan beberapa komponen dapat menjadi sistem atau sub sistem.
  3. Setiap komponen dari sistem mempunyai fungsi dan tujuan yang saling mendukung untuk mencapai suatu tujuan.
  4. Setiap komponen akan berhasil jika masing-masing komponen berperan minimal 80%.
  5. Peran dan komponen harus sinergis. Peran dari komponen jangan mengambil alih komponen lain.

Pendidikan sebagai sistem adalah sistem pengembangan input menjadi output atau pengembangan peserta didik baru masuk sampai lulus adalah

  1. Sub sistem input : peserta didik yang baru masuk
  2. Sub sistem proses : proses belajar mengajar
  3. Sub sistem output : lulusan lembaga pendidikan itu

Pendidikan tergolong dalam  sistem terbuka sebab tidak mungkin pendidikan dapat melaksanakan fungsinya dengan baik bila mengisolasi diri dengan lingkungannya. Ada beberapa ciri-ciri sistem terbuka pada pendidikan menurut pidharta ( 2009:29-30) Yaitu :

  1. Mengimpor energi, materi, dan informasi dari luar.
  2. Memiliki Pemroses
  3.  Menghasilkan output
  4. Merupakan kejadian yang berantai
  5. Mempunyai alur informasi sebagai umpan balik untuk memperbaiki diri
  6. Ada kstabilan yang dinamis
  7. Memiliki deferensiasi
  8. Ada prinsip equilfinaly

Dalam sistem pendidikan terjadi proses transformasi yaitu proses mengubah raw input (anak didik) agar menjadi manusia terdidik sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam hal ini, semua komponen pendidikan melaksanakan fungsinya masing-masing dan berinteraksi satu sama lain yang mengarah kepada pencapaian tujuan pendidikan.

Adapun output atau hasilnya adalah manusia terdidik yang diperuntukkan bagi masyarakat atau sistem lain yang berada di dalam suprasistem. Dalam sistem pendidikan terdapat komponen pengawasan mutu atau kontrol kualitas.Pelaksanaan fungsi komponen ini akan menghasilkan umpan balik yang digunakan untuk melaksanakan koreksi untuk proses transformasi berikutnya. Dengan adanya kontrol kualitas yang menghasilkan feedback untuk melakukan perbaikan dalam proses transformasi berikutnya, ini diharapkan agar sistem pendidikan mampu mempertahankan eksistensi dan meningkatkan prestasinya (Dinn, 2008:8.10).

Jadi makna memandang pendidikan sebagai sistem adalah dalam menangani pendidikan, baik mempertahankan yang sudah ada, memperbaiki , maupun mengadakan sesuatu yang baru hendaklah memperhatikan bagian-bagiannya atau semua subsistemnya secara berimbang atau proporsional. Hanya dengan cara ini perbaikan dan kemajuan pendidikan diharapkan tercapai.

KESIMPULAN

Salah satu landasan yang terdapat dalam Teknologi pendidikan yaitu landasan teori dan pendekatan sistem dalam teknologi pendidikan.  Landasan teori adalah teori-teori mengenai tentang sistem. Sistem adalah satu-kesatuan yang memiliki komponen-komponen atau unsur-unsur yang saling berhubungan dan memiliki fungsi masing-masing guna mencapai tujuan sistem.  Sistem memiliki sub-sub sistem .  menurut teori sistem, ada Input, proses, output dan outcome. Dimana input dalam pendidikan yaitu siswa yang disebut row input, sedangkan proses dipengaruhi oleh komponen-komponen seperti guru, orangtua, manajemen, teknologi, kurikulum, dudik, sarana dan prasarana. Sehingga mengeluarkan output atau keluaran . output yang dihasilkan ada yang berhasil atau ada yang tidak berhasil hal ini tidak bisa diukur. Hal yang bisa mengukur output adalah dilihat dari outcome yang didapat dari output. Dimana outcoma penerimaan terhadapat output akan membuat kesimpulan bahwa output yang dihasilkan bisa memberikan kontribusi atau digunakan oleh lembaga atau sekolah selanjutnya.

Sistem harus saling berjalan harmonis sesuia dengan fungsi-fusngsi dari sistem itu sendiri. Didalam teknologi pendidikan sebagai salah satu fungsi untuk memecahkan masalah ada beberapa pendekatan sistem yang harus dilakukan jika sistem tidak berjalan dengan baik yaitu Sistemik (menyeluruh) Sistematik (berurutan, terarah) Sinergistik (menjamin adanya nilai tambah diseluruh aspek kegiatan) Isomeristik (menggabungkan hal-hal yang sesuai dengan kajian bidang).

Melalui pendekatan sistem yang dilakukan Teknologi pendidikan diharapkan dapat menghasilkan solusi yang baik dalam memecahkan  masalah yang ada dalam sistem pendidikan dan lainnya.

Agar dapat tercapainya tujuan, suatu komponen sistem harus menjalankan fungsinya dengan seoptimal mungkin. Begitu juga dalam memandang suatu masalah kita perlu melakukan pendekatan sistem agar suatu masalah dapat terselesaikan tanpa membuat masalah lainnya muncul.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Dinn, W. (2008). Pengantar Pendidikan. Jakarta: Universitas terbuka.

Mardi. (2011). Sistem Informasi Akuntansi. Bogor: Ghalia Indonesia.

Miarso, Y. (2011). Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mulyadi. (1993). sistem Akuntansi. Yogyakarta: STIE ( sekolah Tinggi penerbiatan sekolah tinggi ilmi Ekonomi YKPN).

Pidarta, M. (2009). Landasan Kependidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Tirtarahardja, P. D. (2003). pengantar pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s