DESAIN INSTRUKTIONAL

ANALISIS KARAKTERISTIK SISWA

DAN LINGKUNGAN

Sunting

ANALISIS KARAKTERISTIK  SISWA

 MTS AL-HIKMAH PALEMBANG

 

 

 

 

 

DISUSUN   OLEH

                                                NAMA                         : RIA ARINI

                                                KELAS                         : TP SORE

                                                           DOSEN PENGAMPUa;

                                                 Prof. Dr. Atwi  Suparman, MSc.

                                         Prof. Dr. H. Fuad Abd Rachman, M.Pd

                                         Dr. Djamaah Sopah, M.Sc.Ed

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN

PALEMBANG 2013

 

ANALISIS KARAKTERISTIK  SISWA

 MTS AL-HIKMAH PALEMBANG

1.    PENDAHULUAN

a.    Latar Belakang

       Dalam proses belajar mengajar tentunya adanya sebuah perencanaan yang telah dilakukan oleh guru hal-hal apa yang akan disampaikan di dalam kelas dan melalui metode atau strategi apa supaya apa yanga di sampaikan bisa di miliki oleh peserta didik. Salah satu hal yang harus disiapkan adalah rencana pelaksanaan pembelajaran.

Rencana pelaksanan pembelajaran (RPP) merupakan perangkat pembelajaran yang harus dibuat oleh seorang guru ketika proses kegiatan belajar mengajar akan dilaksanakan (Harsiati & Thamrin, 2012). Dalam  menyusun sebuah Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), seorang guru haruslah melakukan sebuah analisis kebutuhan yang diperlukan oleh siswa dalam mata pelajaran. Guru mengidentifikasi hal-hal apa saja yang dibutuhkan siswa dalam artian hal apa yang belum dan sudah siswa ketahui tentang sebuah materi pembelajaran yang akan di sampaikan.

Dalam menyusun sebuah perangkat pembelajaran beberapa hal yang harus dilakukan dalam penyusunan suatu RPP atau perangkat pembelajaran lainnya yaitu :  Analisis kebutuhan  siswa sehingga muncullah sebuah Kompetensi dasar     (KD) kemudian Kompetensi dasar itu sendiri dijabarkan kembali sehingga menghasilkan kemampuan siswa di dalam Kompetensi dasar. Kemudian analisis Karakteristik siswa dan lingkungan yang dimana hasil analisis tersebut akan menghasilkan indikator kemudian disusun menjadi tujuan pembelajaran, stategi, dan mengembangkan bahan ajar lalu dikemas menjadi RPP ( Rencana pelaksanaan pembelajaran).

Namun saat ini, kurangnya motivasi guru untuk mengetahui teori yang benar dalam menyusun sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran maka sering kali guru hanya mencetak  sebuah Perangkat pembelajaran  atau Rencana

Pelaksanaan Pembelajaran melalui media informasi internet kemudian di edit dan dicetak  sebagai keperluan administrasi sekolah saja.

b.   Rumusan Masalah

Berdasarkan hal di atas sebagai seorang  guru selain menganalisis kebutuhan yang diperlukan oleh siswa maka ada baiknya juga guru mengenal karakteristik siswa. Dengan demikian dalam makalah ini akan membahas :

  1. Bagaimana cara menganalisis prilaku awal dan karakteristik siswa di MTs Al-   Hikmah Palembang?
  2. Bagaimana hasil analisis prilaku awal dan karakteristik siswa di MTs Al-Hikmah Palembang?                                                                                                                                                                                                                                                   c.       Tujuan Makalah

Makalah ini dibuat untuk mengetahui

  1. Cara mengidentifikasi prilaku awal dan  karakteristik siswa di MTs Al-Hikmah Palembang.
  2. Hasil Analisis prilaku awal dan  karakteristik siswa di MTs Al-Hikmah Palembang.

II. PEMBAHASAN

  1. A.  Pengertian Analisis karakter

        Menurut (Arikunto, 2005) ,” Analisis adalah memerinci, menyusun diagram, membedakan, mendidentifikasikan, mengilustrasikan, menyimpulkan, menunjukkan, menghubungkan, memilih, memisalkan dan membagikan. Sedangkan menurut (Daryanto, 1997),”Analisis adalah penyelidikan dan penguraian terhadap suatu masalah untuk mengetahui keadaan yang sebenar-benarnya. Proses pemecahan masalah yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya. Sedangkan Karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain, tabiat atau watak. (Daryanto,1997) pengertian karakter  sebagai penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. Karakter berbeda dengan kepribadian karena pengertian kepribadian dibebaskan dari nilai. Meskipun demikian, baik kepribadian (personality) maupun karakter berwujud tingkah laku yang ditujukan kelingkungan sosial, keduanya relatif permanen serta menuntun, mengerahkan dan mengorganisasikan aktifitas individu.       Berdasarkan pengertian diatas jika dihubungkan dengan pendidikan maka analisis karakter adalah kegiatan yang dilakukan dengan mengidentifikasi

karakteristik siswa dan prilaku awal siswa terhadap kemampuan siswa dalam bidang ilmu atau mata pelajaran yang akan diberikan.

Menurut (Setiawan, 2007), “ analisis yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi perilaku awal siswa yang berikatan dengan penguasaan siswa dalam isi mata pelajaran dan mengenali karakteristik siswa yang meliputi asal, usia, bahasa yang digunaka, latar belakang ekonomi keluarga da sebagainy

  1. B.   Cara mengidentifikasi perilaku awal siswa dan karakteristik siswa
    1. a.      Cara mengidentifikasi perilaku siswa         

            Sebagai pendesain instruksional ada beberapa data yang harus dijawab seperti dari mana jenjang siswa serta sejauh mana kompetensi, kemampuan atau pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang telah dikuasai siswa sehingga dapat mengikuti pembelajaran tersebut.

Ada 3 sumber yang bisa memberikan informasi kepada pendesain instrukstional yaitu :

  1. Siswa atau calon peserta didik
  2. Orang yang mengetahui kemampuan siswa seperti guru atau atasanya
  3. Guru mata pelajaran sebelumnya.

Ada beberapa teknik yang digunakan  dalam pengumpulan data  dalam menganalisis kebutuhan instruktional yaitu kuesioner, interviu dan observasi serta tes. Teknik ini dapat digunakan dalam mengidentifikasi  perilaku awal peserta didik. Cara yang bisa dilakukan dalam mengidentifikasi perilaku awal siswa

  1. Menuliskan daftar kompetensi dasar yang telah berhasil dibuat dalam kegiatan analisis instruktional. Seperti :
    1. Dalam bahasa Inggris daftar kompetensi dasar yang telah dibuat yaitu oleh penulis dalam analisis intruktional yaitu :

1. Mengungkapkan kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet,      things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation

  1. Mengungkapkan ungkapan-ungkapan menyapa orang yang belum dikenal dan sudah dikenal
  2. Mengungkapan ungkapan meminta, memberi informasi dan ungkapan meminta, memberi maaf
  3. Mengungkapkan  ungkapan meminta, memberi jasa, barang dan pendapat
  4. Memahami makna dalam teks lisan  dalam untuk descriptive dan procedure
  5. Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik
  6. Memahami tata bahasa seperti tenses ( present tense, present continuos dan simple past)
  7. Membuat kalimat sederhana sesuai dengan tenses
  8. Menulis kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar.
  9.  Mengungkapkan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan Procedure.
  1. Setelah dibuat maka buat skala penilaian yang bisa dinilai oleh atasan atau  guru mata pelajaran. Seperti tabel dibawah ini :

Tabel.1

Data dan informasi maka dibuat skala penilaian

No

Kompetensi Dasar

Amat Baik

Baik

Cukup

Jelek

Amat Baik

1

2

3

4

5

6

7

1

Mengungkapkan kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation

22.Mengungkapkan ungkapan-ungkapan menyapa orang yang belum dikenal dan sudah dikenal

3Mengungkapan ungkapan meminta, memberi informasi dan ungkapan meminta, memberi maaf     4Mengungkapkan  ungkapan meminta, memberi jasa, barang dan pendapat

5Memahami makna   dalam teks lisan  dalam untuk descriptive dan procedure

6Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik

7Memahami tata bahasa seperti tenses ( presesnt tense, present continuos dan simple past)

8Membuat kalimat sederhana sesuai dengan tenses

9Menulis kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar.

10Mengungkapkan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan Procedure.

  1.  kemudian selain kepada yang terdekat lakukanlah  observasi  kepada siswa dengan membuat sebuah daftar perlakuan khusus pada analisis instruktional dengan bentuk penilaian setuju atau tidak setuju, netral atau sangat setuju. Perlakuan awal ini bisa menggunakan tes seperti dibawah ini : supaya lebih ringkas maka penulis memberikan contoh mengambil  Kompetensi dasar mengenai ‘ Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik. Maka tes awal disesuaikan dengan prilaku khusus seperti tabel di bawah ini

Tabel 2.

Tes Awal yang Disesuaikan dengan Perilaku Khusus

No.

Kompetensi Dasar

Perilaku Khusus

Tes Awal

1.

Mengungkapkan kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation

Menyebutkan Kosakata

–      Numbers

–      Alphabet

–      Things in the classroom

–      Things at school

–      Home

–      Part of body

–      Clotches

–      Fruit

–      Animals

–      Place

–      TransportationSebutkanlah kosa kata dalam bahasa Inggris mengenai umbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation

2.

.Mengungkapkan ungkapan-ungkapan menyapa orang yang belum dikenal dan sudah dikenal 

–       Mengungkapkan ucapan Greeting kepada orang belum dikenal

–       Mengungkapkan ucapan greeting yang sudah dikenal-  Apa yang kita sebut jika bertemu orang pertama kali

–  Ucapan apa jika bertemu dengan orang yang sudah dikenal

3.

Mengungkapan ungkapan meminta, memberi informasi dan ungkapan meminta, memberi maaf-       Mengungkapan ungkapan meminta informasi 

–       Mengungkapkan ungkapan memberi informasi

–       Mengungkapkan Ungkapan meminta maaf

–       Mengungkapkan Ungkapan memberi maafSebutkan ungkapan meminta dan memberi informasi?

Sebutkan ungkapan ungkapan meminta dan memberi maaf?

4.

Mengungkapkan  ungkapan meminta, memberi jasa, barang dan pendapat 

–       Mengungkapkan ungkapan meminta dan memberi jasa

–       Mengungkapkan Ungkapan dan memberi barang

–       Mengungkapkan ungkapan memberi dan meminta pendapatSebutkan ungkapan meminta dan memberi jasa?

Sebutkan ungkapan meminta dan memberi barang?

Sebutkan ungkapan memberi dan meminta pendapat?

5

Memahami makna   dalam teks lisan  dalam untuk descriptive dan procedure 

–     Menceritakan kembali isi dalam teks yang berbentuk descriptive dan procedure

-Ceritakanlah apa isi dalam teks descriptive dan procedure?

6

Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik 

 

  1. Membaca Teks berbentuk descriptive dan Procedure
  2. Membedakan Teks yang berbentuk descriptive dan procedure
  3. Melafalkan dengan intonasi dan lafal yang benar.
  4. Menjelaskan bagian-bagian dari teks descriptive dan procedure

1.Bacalah teks descriptive dan procedure 

2. Sebutkan  perbedaan Teks berbentuk descriptive dan teks procedure 3. Jelaskan bagian-bagian dari teks descriptive dan procedure. 4.Bacalah teks dengan intonasi dan lafal yang benar

7

Memahami tata bahasa seperti tenses ( present tense, present continuos dan simple past) 

–  Menjelaskan Present tense

–  Menjelaskan Present continous

–  Menjelaskan Simple past-  Apa yang diketahui mengenai present tense, present continous dan present simpe

8

Membuat kalimat sederhana sesuai dengan tenses 

–  Membuat kalimat dengan present tense, present continuous dan simple pastBuatlah Kalimat dengan menggunakan present tense, present continous dan simple past.

9

Menulis kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar. 

Menulis kosakata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benarTuliskan kosakata dalam bahasa inggris mengenai numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar

10

Mengungkapkan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan Procedure.-      Menjelaskan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan procedureApa maksud teks descriptive dan procedure yang telah anda baca 

           Tes penilaian awal ini diberikan langsung oleh guru bidang studi yang mengajar siswa tersebut. Selanjutnya melihat hasil penilaian tes, dan ini dilakukan langsung oleh guru bidang studi mata pelajaran bahasa Inggris yaitu memberi tanda contereng (V) pada kolom skala penilaian ( kolom 3 dan 4 ) sesuai dengan hasil tes awal  siswa. Ada 10 Kompetensi dasar yang telah dibuat dalam analisis instruktional maka sebagai contoh penulis mengambil Kompetensi dasar no. 6 yaitu : Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik

Tabel 3

Hasil Penilaian Tes Awal

No.

Perilaku Khusus

Dimiliki

Belum Dimiliki

1. Bacalah teks descriptive dan procedure

.  2. Sebutkan  perbedaan Teks berbentuk descriptive dan teks procedure  3.Jelaskan bagian-bagian dari teks descriptive dan procedure  4.Bacalah teks dengan intonasi dan lafal yang benar

 

 

  1. 3.      Ketika seseorang desain instruktional menggunakan teknik observasi  dan tes maka observasi dapat dicontoh seperti butir 1 dan tidak perlu melakukan butir 1dan 2 namun pendesain berhadapan langsung dengan siswa yang akan di teliti.
  2. Kelompokkan  perilaku yang mendapat nilai cukup, sedang, kurang, rendah .
  3. Buatlah garis batas antara kedua kelompok  perilaku tersebut pada bagan hasil analisis intruktional  untuk menunjukkan 2 hal  sebagai berikut :
    1. Prilaku yang ada digaris batas adalah prilaku yang dikuasai oleh siswa sampai tingkat cukup baik.
    2.  Perilaku yang ada di atas garis batas adalah  perilaku yang belum dikuasai oleh populasi sasaran atau baru dikuasai dari tingkat sedang , kurang , dan buruk. Perilaku-perilaku itulah yang akan di ajarkan kepada siswa.
    3. Susunlah urutan prilaku  yang ada diatas garis batas untuk dijadikan pedoman dalam menentukan urutan materi pembelajaran.

b.  Cara mengidentifikasi karakteristik siswa

Menurut (Suparman, 2012)“ karakteristik siswa awal adalah ciri peserta didik sebelum mengikuti pembelajaran. Dengan mengetahui karakteristik siswa maka guru bisa memulai pembelajaran dengan apa yang disenangi oleh siswa tersebut.  Ada beberapa yang harus dipertimbangkan  dalam proses desain instruktional yaitu :

  1. Motivasi belajar, eksternal atau internal sebagai dasar memilih stategi pemberian  motivasi bagi peserta didik,
  2. Akses terhadap sumber belajar yang relevan dengan materi  pembelajaran sebagai landasan  untuk menentukan rujukan bahan pembelajaran yang perlu dipelajari,
  3.  Kebiasaan belajar mandiri dan disiplin dalam waktu mengatur belajar, untuk dijadikan bahan pertimbangan saat menugaskan pekerjaan pekerjaan rumah,
  4.  Akses terhadap saluran komunikasi dan media teknologi informasui untuk dijadikan pertimbangan dalam penggunaan bimbingan secara online
  5. Kebiasaan dan kemampuan belajar berpikir tentang penerapan materi  yang dipelajarinya dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari,
  6. Tempat tinggal bila diukur dengan jarak tempuh ke pusat kegiatan belajar untuk dipertimbangkan dalam merancang kegiatan belajar tambahan dalam lingkungan pendidikan.

Selain hal diatas ada baiknya juga seorang desain intruktional mengenal karakteristik siswa tingkat smp atau MTs di dalam buku (Nurhayati, 2012) secara psikologis, siswa smp berada dalam tahap perkembangan sangat pesat dari segala aspek . perkembangan tersebut meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

  1. Perkembangan Aspek kognitif

Piaget menggolongkan anak usia smp saat periode keempat yaitu periode terakhir yang disebutnya sebagai operasi formal. Periode ini dimulai dengan sekitar usia 11-16 tahun. Pada periode ini, yang berkembang pada siswa adalah kemampuan berpikir abstrak, berpikir simbolis dan dapat memahami sesuatu secara bermakna dan logis serta dapat membuat kesimpulan dari infromasi yang tersedia.

Dalam hal ini apabila dihubungkan dengan mata pelajaran bahasa inggris, seorang guru haruslah mampu merancang sebuah materi pembelajaran yang mampu dicerna oleh usia smp.

  1. Perkembangan  Aspek psikomotorik

Aspek psikomotorik merupakan salah satu aspek yang penting untuk diketahui oleh guru. Perkembangan aspek psikomotorik siswa smp sudah pada tahap otonomi tinggi dalam artian  di dalam fase ini siswa tidak memerlukan lagi kehadiran  instruktur untuk melakukan gerakan-gerakan.

  1. Perkembangan Aspek Afektif

Ranah afektif  mencakup emosi atau perasaan yang dimiliki oleh setiap siswa. Pada masa ini anak banyak berminat terhadap hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat sehingga kohnstamm menyebutnya sebagai periode sosial.

Secara psikologis, siswa memiliki keuniksn dan perbedaan masing-masing baik perbedaan minat, bakat maupun potensi yang dimiliki sesuai dengan tahapan perkembangan. Dengan alasan inilah pendesain instruktional haruslah memperhatikan kondisi psikologis siswa.

Cara yang bisa digunakan dalam mengidentifikasi siswa yaitu

  1. Buatlah daftar pertanyaan  atau kuesioner tentang karakteristik siswa seperti :
    1. Tempat lahir
    2. Pekerjaan yang menjadi keahlian atau cita-cita yang diinginkan
    3. Kesenangan
    4. Bahasa sehari-hari yang dikuasai
    5. Alat-alat audiovisual yang ada dirumah dan digunakan sehari-hari
    6. Tafsirkan data tentang karakteristik siswa untuk menggambarkan hal sebagai berikut :
      1. Lingkungan budaya
      2. Pekerjaaan atau bidang pengetahuan yang menjadi keahlian
      3. Kesenangan
      4. Bahasa sehari-hari
      5. Alat audio-visual yang dimiliki atau yang biasa digunakan sehari-hari.
  1. C.  Analisis perilaku awal dan karakteristik siswa MTs Al-Hikmah Palembang

Analisis perilaku awal Siswa MTs Al-Hikmah

     MTs Al-Hikmah Adalah sebuah Madrasah yang berada di Jl. SH. Wardoyo Gang Duren kelurahan 7 Ulu kecamatan seberang ulu 1 palembang. Selaku guru Bahasa Inggris di MTs Al-Hikmah , maka akan menganalis prilaku awal dan karakteristik siswaMTs Al-hikmah khususya pada kelas 7. Kelas 7 berjumlah 10 siswa  yang terdiri dari  8 perempuan dan 2 laki-laki.

Berdasarkan hasil analisis prilaku awal siswa melalui observasi penulis maka di dapat Kompetensi yang belum bisa dikuasai siswa kelas 7 MTs Al-Hikmah. Hal ini sesuai dengan urutan penyampaian yang akan dilakukan dalam  pembelajaran yaitu :

  1. Mengungkapkan kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation
  2. Menulis kosa kata yang berhubungan dengan numbers, alphabet ,  things in the classroom, at school and at home, part of body,  clotches, fruits, animal, place, transportation dan verbs dengan benar.
  3. Mengungkapkan ungkapan-ungkapan menyapa orang yang belum dikenal dan sudah
  4. Mengungkapan ungkapan meminta, memberi informasi dan ungkapan meminta, memberi maaf
  5. Mengungkapkan  ungkapan meminta, memberi jasa, barang dan pendapat
  6. Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik
  7. Memahami makna dalam teks lisan  dalam untuk descriptive dan procedure
  8. Mengungkapkan makna yang terdapat dalam teks yang berbentuk descriptive dan Procedure.
  9. Memahami tata bahasa seperti tenses ( present tense, present continuos dan simple past)
  10. Membuat kalimat sederhana sesuai dengan tenses

           

            Kemudian secara khusus Penulis mengambil sebuah Kompetensi dasar yaitu mengenai Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik. Kemudian di ambil tes awal melalui prilaku khusus seperti dibawah ini ;

Tabel 4.

Tes Awal yang Disesuaikan dengan Perilaku Khusus

No.

Kompetensi dasar

Perilaku Khusus

Tes Awal

1

Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik

 

  1. Membaca Teks berbentuk descriptive dan Procedure
  2. Membedakan Teks yang berbentuk descriptive dan procedure
  3. Melafalkan dengan intonasi dan lafal yang benar.
  4. Menjelaskan bagian-bagian dari teks descriptive dan procedure

1.Bacalah teks descriptive dan procedure 

2.  Sebutkan  perbedaan Teks berbentuk descriptive dan teks procedure

3. Jelaskan bagian-bagian dari teks descriptive dan procedure.

4.Bacalah teks dengan intonasi dan lafal yang benar

Dari hasil analisis pada kelas 7 maka didapat data  seperti dibawah ini

Tabel 5.

Daftar Siswa yang Diidentifikasi dan Hasil Penilaian pada kelas 7

 

NO

Nama

Prilaku No.

Keterangan

  1 2 3 4
1 Aldi Fernando

V

X

X

X

2-4 tidak dimilik
2 Anggun

V

X

X

X

2-4 tidak dimiliki
3 Anjas Saputra

X

X

X

X

1-4 Tidak dimiliki
4 Esti  Kurnia dewi

V

X

X

X

2-4 tidak dimiliki
5 Fitri yanti

V

X

X

X

2-4 tidak dimiliki
6 Lizatil Aliyah

V

X

X

X

2-4 tidak dimiliki
7 Maya  Milenia

X

X

X

X

1-4 tidak dimiliki
8 Purnama

V

V

X

X

3-4 tidak dimiliki
9 Reza Umami

V

X

X

X

2-4 tidak dimiliki
10 Ida Ayu

X

X

X

X

1-4 tidak dimiliki.

Kesimpulan yang dapat di ambil bahwa siswa –siswa banyak belum memahami teks descriptive dan procedure maka prilaku khusus yang diberikan akan diajarkan sesuai dengan urutan nya di materi pembelajaran pada Kompetensi dasar yang ke 6.

B. Hasil analisis Karakteristik siswa kelas 7 Mts Al-Hikmah

Dalam pengambilan data , penulis melakukan wawancara terhadap siswa kelas 7 MTs Al-Hikmah. Hasil dari wawancara tersebut yaitu :

Tabel 6

Hasil wawancara kelas 7

NO

NAMA SISWA

Bahasa

Sehari-hari

Pekerjaan

 orang tua

Hobi

Cita-cita

Alat Audio-visual dimiliki / digunakan

1

Aldi Fernando

Meranjat

Buruh Bermain PS Pemain Sepakbola HP, TV, Komputer, Radio

2

Anggun

Palembang

Buruh harian Menggambar Guru HP, TV, Radio

3

Anjas Saputra

Meranjat

Buruh Bermain Bola Polisi HP, PS, TV

4

Esti  Kurnia dewi

Meranjat

Buruh Membaca Guru HP, TV

5

Fitri yanti

Meranjat

Becak Bernyanyi Dokter HP, TV

6

Lizatil Aliyah

Ketapang

Buruh Membaca Guru HP, TV

7

Maya  Milenia

Palembang

Alm Bernyanyi Dokter TV , VCD

8

Purnama

Palembang

Alm Bernyanyi Artis TV, VCD

9

Reza Umami

Palembang

Buruh Menari Bidan TV, Radio, HP

10

Ida Ayu

Meranjat

Buruh Bernyanyi Dokter TV, VCD

Berdasarkan data dan pengamatan penulis tentang karakteristik siswa, dapat  diketahui bahwa:
a)  Lingkungan Budaya:
Lingkungan budaya yang berkembang di daerah ini adalah budaya Meranjat

b)  Pekerjaan;
Pekerjaan yang dicita-citakan: guru, polisi, dokter dan Pemain Bola serta artis

c)  Hobi dan kesenangan;

Hobi,  kesenangan para peserta pelatihan sangat beragam, namun sebagian     besar  hobi dengan cabang seni seperti menari, bernyanyi dan menggambar

d)  Bahasa yang digunakan;
Bahasa daerah setempat  Palembang, dan Bahasa Meranjat

e)  Alat-alat audio visual yang dimiliki : HP, Televisi, Radio, dan DVD.

Berdasarkan data diatas juga didapatkan bahwa siswa menyenangi hal-hal yang berkenaan dengan seni sehingga perlu dikembangankan cara menarik minat anak dalam belajar seperti sebelum belajar anak di ajak bernyanyi. Kemudian keadaan perekonomian orangtua siswa menjadi sebuah tantangan  bagi guru dalam hal pemenuhan sarana dan prasarana belajar seperti kamus dan lain-lain sehingga memerlukan daya kreatif guru bagaimana kendala ekonomi tidak menghambar proses belajar mengajar.

III. PENUTUP

Melakukan analisis prilaku awal dan analisis karakteristik siswa adalah hal yang sangat diperlukan sebelum menentuka tujuan dari pembeljaran itu sendiri. Sehingga dengan mengetahui kemampuan siswa apa yang sudah dan belum dimiliki serta beranekaragam karakteristik siswa dapat menunjang proses kelancaran dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam  analisis prilaku awal yaitu bisa menggunakan teknik observasi dan tes dimana seorang obserbver menuliskan beberapa kompetensi dasar yang dibuat melalui analisisi instruktional kemudian di tes bisa langsung atau tidak langsung oleh observer kemudian analisis mana yang sudah dikuasai siswa mana yangbelum. Apabila kompetensi dinilai masih rendah, cukup atau sedang maka kompetensi itulah yang akan di ajarkan kepada siswa urtukanlah sesuai kategori yang telah di analisis.

Kemudian dalam analisis karakteristik ada beberapa hal yang bisa di lakukan yaitu melalaui teknik wawancara, test  dengan menanyakan asal, hobi, cita-cita, alat audio visual yang digunakan kemudian analisis sesuai dengan kebudayaan lingkungan, hobi, audio, cita-cita.

Berdasarkan hasil analisis di kelas 7 MTs Al-Hikmah Palembang bahwa kompetensi dasar : Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik. Yang diambil sebagai contoh didapati dengan melakukan tes awal kepada siswa bahwa siswa kelas 7 belum memiliki kemampuan yang di  butuhkan dalam membaca teks berbentuk descriptive dan procedure. Sehingga prilaku khusus yang telah dibuat dalam analisis instruktional yaitu perlu dipelajari dalam kompetensi dasar Membaca teks berbentuk descriptive dan procedure dengan lafal dan intonasi yang baik.

Kemudian dari analisis karakteristik siswa didapatkan bahwa      Lingkungan budaya yang berkembang di daerah ini adalah budaya Meranjat ,Pekerjaan yang dicita-citakan: guru, polisi, dokter dan Pemain Bola serta artis. Hobi dan kesenangan; sebagian  besar  hobi dengan cabang seni seperti menari, bernyanyi dan menggambar kemudian Bahasa yang digunakan;  Bahasa daerah setempat  Palembang, dan Bahasa Meranjat dan  Alat-alat audio visual yang dimiliki : HP, Televisi, Radio, dan DVD.

Dengan melakukan analisis prilaku awal dan karakteritik siswa diharapkan mampu mampu membuat RPP dengan baik.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, P. S. (2005). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Daryanto. (1997). Kamus besar Bahasa Indonesia Lengkap. Surabaya: Apolo.

Harsiati, T., & Thamrin, M. (2012). Modul pengembangan KTSP di madrasah menuju akreditasi bermakna. Jakarta: School system and quality (SSQ).

Nurhayati. (2012). Silabus teori dan aplikasi pengembangannya. Yogyakarta: Leitika Nouvalitera.

Setiawan, D. (2007). pengembangan bahan Ajar. Jakarta: Universitas Terbuka.

Suparman, M. A. (2012). Desain Instruktional Modern. Jakarta: Erlangga.

Tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s